Senin, 19 Maret 2012

Hujan sore ini part 2

Kini malam semakin larut....
Hujan itupun tak kunjung kunjung reda, perasaanku yang semakin bertanya tanya mengelilingi otakku,
berputar putar dalam rangkaian angan tentang dirimu, sedang apa kamu...,apa yang kamu lakukan...
Pesan dariku tak juga kau balas.
Membosankan....
Kata dalam batinku yang mulai terdengar tidak enak.
Apa jangan jangan.......
Ach......, itu hanya perasaanku saja, yang terbawa suasana capek mungkin.
Memang hari ini tadi tenagaku terkuras habis, di tambah kehujanan, lengkap sudah kemalasan kemalasan dalam diriku mulai bermunculan.
Inisiatif tiba tiba muncul dari dalam fikiranku, kenapa aku tidak mendengarkan musik saja....
Treng...treng......
Sbuah lagu aku pilih dari daftar kumpulan lagu lagu yang aku miliki, sekedar mencoba menghilangkan perasaan yang tidak enak dalam hatiku.,
Alunan melow terdengar lirih melalui rongga telingaku,
Lagu itu perlahan berdendang, perlahan alunan itu membawaku pada angan akan cintaku padamu.
Ternyata lagu itu malah semakin membawaku pada kegelisahan yang semakin menjadi jadi.
Sudah tak sabar aku ingin melihat inbokku,
Yup,1 buah inbok terlihat d layar hp ku,
Ku baca....., dan terasa itu seakan akan mendinginkan hati, menyatukan kembali fikiran fikiran yang berantakan,
Hujan terdengar merdu......
Tak ingin rasanya aku melewatkan malam ini terlalu cepat.
Bercanda....,Tertawa...., inbok berlanjut...
Dan baru aku sadari ada yang mengganjal dalam ketikan kata katamu, kamu bahagia bersamaku, namun di sisi lain kamu nampak bersedih, dan sempat aku lihat tulisanmu yang menunjukan bahwa tetes air matamu keluar malam ini.
Aku bertanya, kenapa mam...???
Begitu aq menyebutnya..,k lain pean mam..., engkau bersedih, menangis, ...
Ega ada pap.... ,dia menjawab dan aku berfikir memang sedang tidak terjadi apa apa...
Setelah beberapa lama bercakap cakap melalui sebuah tulisan....
Dia kembali lama untuk menjawab sebuah inbok dariku...
Curiga........, gelisah....., kembali menyelimutiku...
Sudah cukup aku menahan semua ini....
Jemariku laksana orang sekarat yang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi...
Aku inbok dia kembali....
Ada apa sih mam sebenarnya......, kok lama balesnya....
Beberapa menit dia menjawab, ma'af pa....., lemod....
biasah.....jaringan internet memang gitu....., kadang enak...., kadang enggak....
Tetapi hati ini tak mau percaya begitu saja...., rasa sayangku yang aku miliki padanya begitu besar..., memang sih... aku pernah menyakitinya,.
Namun aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak
melakukanya lagi,
Hmmmm.......,rasa penasaranku tak berujung bila aku tidak melihatnya sendiri apa yang sebenarnya terjadi..
Aku coba buka akunya....., biasah........pacaran jaman sekarang, tau akun dan pasword jejaring sosial milik pacarnya sendiri.
Langsung aku buka......., dan langsung menuju ke inboknya dia....,
Aku melihat sebagian teks inbok dia, enth dia curhat atau apa...., inilah sepenggal kalimat yang aku copy dari inboknya,.

   pacarku =  Hemmm. .

      si A =  Bemm.....

pacarku = Tembemmm. . Huh

si A = Kngen.....kmu

pacarku = Mas nduttttt....
    Pean kenap to mas, lhat statse pean kyak ada apa gt. . Hemm

si A = gag da pa" kok.....iseng aja kok.hehe

pacarku = Muesti jwbne ngunukui mas ndut ki. . . .Hikz hikz

si A = Biar q ja yg mrskan paitnya cnta .....!!!
    Dan ku doakan smoga  bhagia slmnya.....

pacarku = Nangez aku

si A = Aq gag bsa blng apa" fi....
Dan q hnya bsa brdoa buatmu....

hmmm......,menghela nafas panjang sejenak..........
dan mencoba untuk tetap berfikir positif......
Malas aku membaca kelanjutanya....
Sandiwara apa lagi yang kau perankan kepadaku....
Dan sandiwara macam gimana lagi yang kau tunjukkan ke orang lain....
Terlintas untuk bergegas menuju kamar tidurku, sesak dadaku mengetahui bahwa inbok itu tak lama berada dalam akunmu, kau menghapusnya dalam beberapa menit.
Terbaring aku di atas tempat tidur, kenapa kau tak jujur padaku apa yang kau rasakan.....
Sedangkan kau menginginkanku jujur padamu.
Mencoba tidur malam ini..., dan berharap mimpi indah hadir dalam peristirahatanku.
" cintaku selalu tetap untukmu "







Hujan sore ini part 1

Hujan di sore ini tak kunjung reda.....
Dia bersemangat sekali menjatuhkan butiran butiran air dingin dari senjanya langit hingga malam menyelimuti.
Seraya dia ingin ikut mendinginkan hatiku.
Aku sosok yang memiliki keragu raguan hidup ini, masih tetap duduk terdiam manis sambil memandangi layar ponselku, berharap ada inbok masuk, balasan dari seseorang yang akhir akhir ini mengisi kehidupanku melalui jejaring sosial yang ngetren di kalangan pecinta internet..
Hai..........., Sapaku padanya yang penuh kebahagiaan dan harap agar kau cepat membalas sapaanku itu..
Ber jam jam aku menunggu, ku lihat lagi layar hp ku......
Ku refresh setiap menit jaringan internetku...
Berharap tulisan angka (1) itu muncul pada samping tulisan (inbok),
Dan berharap itu balasan dari sapa yang aku ketikkan.
Namun.......
Tak kunjung jua tulisan itu muncul, tetap sama yang ku lihat, tak ada satupun inbok masuk pada jejaring sosialku.,
Kau mengacuhkanku...
Entah kau bercanda dengan teman lainya....., aq juga bahkan tak tau itu,
Perasaan yang semula tenang......, bahagia...., kini menjadi resah.
Rintik air hujan yang pertama terdengar merdu dan sempat mendinginkan perasaanku, kini laksana deretan jarum jarum tajam yang mensuport jantungku untuk berdetak lebih cepat dan memaksaku menikmati kegelisahan itu.
Kopi hampir habis ku sruput sedikit demi sedikit.
Rokok hampir ludes ku hisap sebatang demi sebatang.
Kau tetap mengacuhkanku....
Kau tetap tak perdulikan sapaanku...
Dan aku tau bahwa kau tau aku menyapamu.

Sebagian Kebahagiaanku Darimu

Masih terlalu sore untuk menceritakan kisahku..
Kisah di mana aku merasa hidup dalam kesendirian
Di tengah tengah keramaian raga yang aku jalani setiap harinya..
Secangkir kopi dan sebungkus rokok , teman setiaku tatkala hati sedih dan senang..
Entah sejak kapan aku mulai senang meminum kopi..
Yah......
Memang benar adanya..
Aku jadi seseorang pecandu kopi.,aku menemukan sesuatu yang bahagia dari cairan hitam kental nan manis itu.
Hatiku sering teraniaya oleh kesepian fikiranku.
Sedih.......
Kecewa......
Resah.......
Perasaan perasaan itu sering ingin meluap keluar menjadi perkataan yang tak enak di dengar.
Namun aku lebih memilih untuk meluapkan itu melalui tulisan tulisan yang mungkin juga tak enak untuk di baca.
Masih sering jelas rasa itu.......
Rasa yang terus menerus menyiksaku..
Kopi....., kafein dosis tinggi yang mampu menyamarkan segala yang tergambar jelas dalam memori halusinansi cinta
Dan sedikit suasana canda tawa teman temanku yang mampu menumbuhkan senyuman manisku untuk semangat hidup keheninganku

Minggu, 18 Maret 2012

Ujung Kepastian yang Tak Pasti

Kemana...????
Fikiran gontai....tanpa arah dan tujuan pasti
Bimbang masih menyelimuti kelamnya kehidupan yang harus dan terpaksa di jalani
Pahit getir manis kehidupan ini seakan semakin mendesak, menghimpit raga yg smakin lemah ini
keinginan demi keinginan bergantian keluar masuk otak.
Berdesak desakan berebut rongga rongga kosong yang ada di otak ini.
Bertengkar dengan memori masa lalu yang semakin membuat berat kehidupanku.
Aku rindu.......
Rindu dengan orang yang pernah mengisi hari hariku setengah tahun yang lalu.
Namun apa daya...
Dia telah mengisi dan menjalani kehidupan dengan orang yg dia sayangi.
Cahaya samar itu semakin kelam..
Menghitam pekat dan perlahan menghilang,
Tersapu oleh angin kehidupan yang terus menerus menerjang.
Entah berapa lagi aku harus merasakan semua ini.
Tak ada ujung kepastian yang pasti.

Sang Mentari

Apa yang kamu cari di sini.....??
Tak ada apa apa di sini...
Hanya seorang pecundang yang mau menuliskan kata kata yang ada di dalam fikiranya
Jancuk...
Asu........
Jari jari ini mencoba melenggang mengetikan huruf demi huruf
Bersahut sahutan mencoba menyalip apa yang ada dalam fikiran ini
Fikiran dan perasaan ini melayang entah mn ujungnya
Ini memang sudah berada pada waktu di mana penghujung malam akan berakhir
Iya.........
Pagi hampir nongol dari perantauanya di sisi dunia yang lain
Matahari sebentar lagi juga akan menyapa dengan senyum manis sinarnya
Tidak perduli ada orang sedih, ada orang senang, dia tetap tersenyum tatkala dia diharuskan muncul di pagi hari.
Apa aku seharusnya demikian..????
Tidak perduli siapapun menatapku
Entah dia sedih....
Entah dia bahagia dengan kehidupan yang dia jalani....
Aku tetap harus tersenyum manis.

Sabtu, 17 Maret 2012

Cintamu Membunuhku

Jangan berfikir karena harta aku mencintaimu....
Jangan berfikir aku mencintai apa yang kamu miliki.....
Tak pernah terlintas dalam fikiranku, aku membutuhkan apa yang dapat kamu pegang, apa yang dapat kamu sembunyikan.
Hidupku hanya membutuhkan cinta darimu, kasih sayang darimu
Kasih yang tak dapat kau pegang dan kau sembunyikan
Dalam kegelapan pekat sekalipun, kasih yang tak dapat kau samarkan dalam bayang bayang kehidupanmu.
Memang kamu memiliki segalanya
Memang kamu tidak membutuhkan apapun dari orang lain, bahkan dariku yang katanya kau mencintaiku
Namun bukan berarti kau harus menempatkanku pada posisi yang jauh di kehidupanmu
Aku ingin merasa dekat dalam hidupmu, merasa dekat dalam pelukan hangat fatamorgana semu bayangan akan dirimu
Kecantikanmu nyata, Kecantikanmu sederhana
Senyumu menggoda, Senyummu membuat orang terpesona
Sifat dan kelakuanmu lugu, kebaikan demi kebaikan kau berikan ke semua orang
Tanpa kau beda bedakan siapa dia, siapa mereka...
Kau hidup
Kau menusuk..
Kau meracun...
Membunuh perlahan dengan kebaikan yang menyakitkan.!

Ma'af

Aku memang pernah berbuat salah...
dengan apa yang pernah aku lakukan..
Tak sedikit juga orang membodohkanku, menyalahkan segala ap yang telah membuatmu merasa tersakiti
, tetapi kini lain.....
Cerita itu kembali indah dengan hadirnya mawar kehidupan di hidupku
Mewangi..., indah dalam pandangan.., membuat cerita cerita yang telah lalu tertutupi dengan keindahan senyumanmu,
Hanya satu pintaku dalam kehidupan ini...
Jangan pernah kau ungkit ungkit lagi masalah dimana aq memang merasa telah membuat satu kesalahan terbesar dalam hidupku
Itu membuatku merasa semakin lemah.....
Merasa semakin kau pojokkan hidupku yang hina dalam pandangan orang orang
Aku menjadi sosok laki laki pecundang lemah tersenggol sedikit terjatuh dalam dekapanmu
tak berdaya..., dan bahkan hanya untuk menghirup aroma ogsigen ini aq merasa kelelahan..
Dan tak bisa aku pungkiri...
Kini aku menyayangimu dengan sepenuh hatiku
Kini aku membutuhkanmu..
Kini aku berbeda dengan aku yang dulu
"Ma'afkan aku"

Kamis, 15 Maret 2012

GUE

Gue ya gue....
Gue itu penjahat.....
Gue itu orang jahat........
Gue itu Buruk....
Gue itu sampah masyarakat........
Gak ada keindahan dalam diri gue yang pantes untuk di sanjung sanjungkan, di heboh hebohkan....
Pujangga gak perlu kata kata baru untuk mngartikan dan menterjemahkan tentang gue...
Anjing, Bangsat, Cecunguk, Jancuk, Mulut loe tu....
Tak sedikit orang yang menyebut seperti itu ke gue....
Bukan orang yang pantas untuk diri loe yg penuh kebanggaan, penuh segala galanya...
yah beginilah gue..
simpel and apa adanya "MISTERIUS"

Loe

Loe bukan gue.....
dan gue bukan loe....
loe tu orangya baik...
jenius..., pinter....,. segalanya yang terbaik ada pada loe.....
sebaik baiknya gue.....,
masih baikan loe.....
Seindah melati......, itu loe
Seharum mawar......, itu jg loe
Pendiem........
Sunyi........
Tenang...
Gak egois....., itu pun juga loe
Pujangga dan bahkan seniornya para pujangga harus membuat kata baru untuk mengartikan, menerjemahkan, mendriskipsikan, segala sesuatu yang ada pada loe
memang begitulah loe "MISTIS"