Senin, 11 Juni 2012

Dua Sisi Kehidupan Yang Berbeda

seorang yang bisa di katakan kaya, mengajak anaknya yang masih berumur tujuh tahun untuk berkunjung dan menginap selama beberapa hari ke sebuah desa, Desa itu adalah kampung halaman dari Pak Suwarta, demikian nama orang kaya tersebut. Masa kecil Pak Suwarta dihabiskan di sana, hingga kedua orang tuanya meninggal dan dia mengikuti kakaknya ke Kota, di
Kota besar itulah Suwarta mulai berbisnis dan meraih kesuksesan seperti sekarang ini.

Desa itu lumayan terpencil, sangat jauh dari hiruk pikuknya keramaian kota besar. Secara sepintas,
penduduk di sana memang terlihat seperti orang miskin . Yups, selain untuk mengenang masa kecilnya, Bapak yang dikenal sangat suka
melontarkan kata-kata inspirasi itu juga ingin memberi pelajaran kepada anaknya tentang arti
“ kaya dan miskin “.

Ada pemahaman yang ingin
ditanamkan kepada anak lelakinya bahwa kesuksesan adalah hal yang memang sangat layak diperjuangkan.
Pak Suwarta ingin memperlihatkan
kepada anaknya betapa susahnya hidup sebagai orang miskin.
Selama beberapa hari Bapak Suwarta dan anak lelakinya tinggal di rumah temannya. Rumah itu
adalah milik Pak Karto, teman dan sahabat kecilnya Pak Suwarta. Rumah orang miskin itu sangat sederhana, berdinding papan, dan tidak memiliki pagar. Sekitar 10 meter di belakang rumah itu terdapat sungai kecil yang sangat jernih airnya. Sungai yang sama yang digunakan oleh Pak Suwarta bermain air dan berenang dengan
teman-temannya 30 tahun yang lalu.

Di depan rumah tersebut terdapat tanah lapang, tempat para anak-anak petani menggembalakan ternaknya. Anak-anak juga sering bermain layang-layang di tanah lapang itu.

Tak terasa, 5 hari telah berlalu, dan Pak Suwarta merasa bahwa sudah cukup waktunya untuk kembali ke kota. Sembari mengendarai mobilnya, Pak Suwarta melontarkan pertanyaan penting kepada anak kecilnya, “Bagaimana, nak? Apa yang
kamu lihat dengan keadaan di sana? Apa saja yang kamu dapatkan setelah menginap beberapa hari di rumah Pak Karto?” Pak Suwarta berharap anaknya sudah dapat memahami perbedaan antara kaya dan miskin.

Waaah… Luar biasa, Yah!” Jawab anak itu. “Kita harus repot-repot membangun kolam renang
yang mahal di belakang rumah, sedangkan mereka kolam renangnya puanjaaaaang sekali.”
Anak itu melanjutkan, “Trus, halaman kita sempit dan tidak bisa melihat apa-apa karena ada temboknya, sedangkan halaman rumah mereka luaaaas sekali, sejauh mata memandang, bahkan
bisa dipakai untuk bermain layang-layang! Kita harus membangun taman, sedangkan mereka
memiliki taman yang buesar sekali! Kita harus antri dan membayar di supermarket setiap kali
berbelanja, sedangkan mereka tinggal ngambil aja di kebun! Nggak usah bayar!”
Sambil mengusap mulutnya, anak itu berkata lagi,
“Kita harus ke luar negeri untuk membeli lampu taman, sedangkan lampu taman mereka buanyaak
sekali. Bertaburan dan kelap-kelip di angkasa! Setiap hari bapak harus kerja dari pagi sampai
malam, sedangkan pak Karto? waah.. tiap sore dia bisa bercanda dan main kejar-kejaran dengan anaknya! Kita harus ke kebun binatang kalo mau
naik hewan, kalo mereka? tiap hari mau naik apapun juga bisa, ada sapi, ada kerbau, bahkan ada kuda! gak perlu bayar! Wah, ternyata kita
adalah orang miskin, kita masih kalah kaya dengan mereka, yah..”

Tidak ada jawaban, cerita motivasi , ataupun kata-kata inspirasi yang mampu keluar dari mulut Pak Suwarta hingga mereka sampai di rumah.

Orang kaya akan merasa miskin tanpa mensyukuri apa yang telah dimiliki nya,
Dan
Orang miskin akan merasa sangat kaya raya dengan mensyukuri apa yang telah dimiliki nya.

Dalam Hati Kekasih

HadiR'u adaLah AnugEraH TeriNdah UntukKu
CintA dan KasiH SayaNgmu adaLah KebaHagiAaNku
MeSki diRi'U Tak seLaLu di SiSikU
TapI Aku PercYa ciNtaMu HanYa uNtukKu
Takkan LeLah Aku MeNanti
SaaT TeriNdah kaLa Kau KemBaLi
MenGGapai mImpi DenGan SeGengGam Janji
KaRena CintaMu SeLaLu Abadi di Hati
Aku iNgiN mEnJaDi Lautan Yang SeLaLu mEnGeLiLingiMu
Aku iNgIn MeNjAdi ReMbuLan YanG MenErAnGi Gelap MaLam'u
AKu iNGin mEnJadi DeRmaGa TeMpat BerLabuH CintA'u
Dan Aku InGin SeLaLu Hidup BerSamaMu
janGan PeRnaH KaU BuaTkU KecEWa
JaNgan PerNah kAu ToReHkaN LukA
DAn DiRikU AkaN SeLalu seTia
KareNa HanyA DirImuLaH......

KEKASIH HATIKU YANG SELAKU KUCINTA

Mawar Dan Burung

Suatu Hri s'Ekor brung jatuh Cnta pd Mawar Putih
Yang sdah mmpunyai kkasih yaitu Kumbang Jantan yg Sngat Tampan..
Kemudian Brung itu pun mELamarnya,
Tetapi Mawar puTig menOLaknya dan bLang
"Aku Tidak Mencintaimu"
Tapi BUrung itu Gak perNah MEnyerah,
Ia tetap dtang stiap Hari& trus melamar mwar putih,
Lalu mawar Putih brkta,
" Jika aku brubah Menjadi Mawr Merah,aKu baru akn Mencntaimu "
Akhirnya BRung itu pun dtang kmbli untk mem0t0ng Sayapnya dan Memercikkan dArahnya pda Mawar pUtih..
Sehingga Mawar puTih menJadi Mawar Merah..
Kemudian Mawar menyadari Betapa sang bUrung mencintainya,
Akn tetpi semuanya sdah Terlmbat Karna sang Burung sudah mati,
Karna kehbsan darah..
So....
HargaiLah Cinta dan Perasaan seseorang yang Mencntaimu,
Walaupun mempunyai kekasih..
Tapi lihatlah ad orang laen yang lebih mencintaimu,
Krna...
Suatu saat Drimu akn Mencntai sESeorng...

Jumat, 01 Juni 2012

Kisah Tragis Ana

Lanjutan cerita Ciuman terakhir untuk ana

Tatapan ana mendayu layu mngikuti gerak langkah andi yang perlahan meninggalkan ana, smakin jauh,dan menghilang .

Sesaat setelah andi meninggalkan dirinya, iapun perlahan meninggalkan tempat dimana kenangan pahit baru saja di nikmati ana, menelan getir kehidupan asmara !,

" Kenapa semua ini terjadi padaku ??" batinku yang mulai penuh dengan pertanyaan petanyaan tidak jelas, mengikuti langkah perlahan menuju tempat di mana aku memarkir mobil, perlahan mendesak otak untuk mencoba berfikir kesalahan apa yang aku perbuat, dia temanku, dia bukan siapa siapaq...

Tuhan tak pernah adil terhadapku, Dengan perasaan gelisah dan tidak tenang aku nyetir mobil sendirian, ya . . .
waktu itu aku membawa mobil sendiri, rencana kencan yang aku harap bahagia, beakhir dengan hilangnya sosok andi yang aku bangga banggakan, laki laki yang ku harapkan mampu menjadi tulang punggung untukku dan calon anakku kelak, pergi meninggalkanku beserta goresan goresan perih dalam hatiq,

q singsingkan lengan panjangku, menengok jam tangan yang aku pakai, 25 menit sudah !, aku menyetir mobil dengan fikiran yang kemana mana, 30 menit jarak dari taman menuju rumahku , tak begitu jauh k,

tepat di persimpangan jalan, 500km arah utara dekat rumahq, sebuah mobil sedan yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam badan tengah mobilku, tabrakan maut yang pernah terjadi dalam hidupku, hingga aku tak sadarkan diri, sempat terdengar lirih suara teriakan teriakan orang yang menyaksikanku , sirine ambulan, dan entah apa lagi yang terjadi, aku tak menyadarinya sedikitpun .

20 september 2010
hmmm.........., pagi yang cerah menyambutq, di iringi kicauan beberapa burung kenari kecil ku coba membuka mataku perlahan lahan, tersadar dari kehidupan mimpi, entah berapa hari aku tak sadarakan diri,

selamat pagi............., senyum beberapa orang menyambutku, kedua orang tuaku, dan sorang suster cantik tersenyum padaku,.

ku mencoba menyadari, apa yang telah terjadi sebenarnya padaku, menoleh ke kanan.....
dan mencoba melihat sekitarku, ach....., ruangan rumah sakit dengan bau khas obat obatan,
terbaring lemas tak berdaya tubuhku pada sebuah kasur empuk rumah sakit,

Kenapa ma....?? tanyaku pada mama yang berdiri tepat di sampingku,

kamu habis kecelakaan...., jawab lirih mamaku dengan wajah pucat tak bersemangat,

hmm...., masih terasa pusing dan sedikit kesemutan pada kedua lenganku,
aku mencoba menggerakkan tanganku, dan apa yang ku lihat begitu mengejutkan perasaan, baru aku sadari kalau kedua tanganku tinggal separo atau sebatas siku,
tanganku mana ma...??? tanya ana kepada mamanya.

seakan takut menjelaskan apa yang telah terjadi,
......nak...
kecelakaan kemaren....,.

mengharuskan untuk mengamputasi kedua tanganmu....
tangan kamu hancur sebagian....., tetesan air mata mamaku mengalir untuk menjelaskanya.!
dan perlahan......mama memelukku.

Aku pun tak sanggup menahan air mataku.......
menahan untuk menerima kenyataan yang terjadi dalam hidupku..
kedua tangangku hilang, ..

Tuhan memang tak pernah adil terhadapku...
Harus aku terima kenyataan pahit berturut turut,kini aku bukan lagi wanita cantik yang bisa melambaikan tangannya untuk menyapa kalian,

Hancur sudah karirku, cintaku, bahkan sebagian kehidupanku,
terbangun setelah memelukku,
mama mengusap air matanya, dan mengusap pula air mata yang menetes di pipiku

merogoh kantung sakunya, dan memberikan padaku, gelang pemberian andi yang terakhir aku pakai, dan terakhir di pakaikan andi pada pergelangan tangan kananku,.

tak dapat lagi aq menahan kesedihanku....., untuk apa lagi gelang yang tak bisa aku memakainya itu mam...bicaraku dengan sedikit nafas yang menyeesakan







to be continued