skian lama ana dan andi terdiam dalam keheningan..
tak ada satu kata yg terucap dari bibir manis mreka,,
hanya terdiam melihan langit - langit taman yang terlihat sangat mendung, seperti hati ana yg terasa gelap,,
ana tak tau apa yg dipikirkan oleh andi saat itu, sampai - sampai andi terdiam seperti itu,
'aku tak seperti apa yg km bayangin, aku sama sekali gak pernah selingkuh,
dia adalah tmn baek aku yg slalu stia mnemani ksendirianku.''
kata ana memulai pembicraan, dengan wajah yg sangat sedih, yg seakan - akan tidak berani menatap wajah andi yg saat itu berada di.dekat.'ana,,
andi pun hanya menjawa ''iya'' dengan wajah yg sangat tidak bersemangat..
mereka kembali terdiam dalam keheningan,
sejenak andi menghela nafas .. dan sejenak ana menunduk seakan - akan tidak berani menatap wajah andi,,
''apa tidak bisa dperbaiki lagi hubungan kita ini an ? apa kamu udah merasa benci dengan diriku ini ?
aku tdk tau harus berbuat apa - apa ..''
kata ana dengan penuh harapan agar andi mau bersamanya lagi..
andi terus terdiam tak mau menjawab pertanyaan ana..
tiba - tiba ana memegang tangan andi untuk memestikan apakah gelang yg di berikan kpda andi masih digunakan oleh andi..
dan ternyata gelang tersebut tdk dipakai olehnya..
ana pun sangat sedih seakan - akan ingin meneteskan air mata..
tak lama kemudian, andi memakaikan ana sebuah gelang yg berwarna putih yg telah diberikan oleh ibunya andi pada saat andi kecil dlu..
*ini gelang pemberian dari mama ku,, tlong dijaga dengan baik, jgn pernah kamu buka gelang ini dari tangan kamu, karna aku tak akan pernah memakaikanya lagi untukmu..* kata andi dengan tegas..
ana pun hanya terdiam sambil menganggukkan kepalanya seakan - akan tak bisa menjawab apa - apa..
ana dan andi kembali terdiam,,
beberapa saat kemudian, tiba - tiba andi mencium dahi ana penuh dengan rasa cinta..
wajah ana terlihat kaget pada saat itu,,
*ini adalah ciuman terakhir untukmu*
kata andi dengan wajah yg begitu layu..
ana terdiam seakan - akan ingin meneteskan air matanya,,
*aku minta satu hal dari kamu, jgn pernah kamu berbuat yg aneh - aneh,, jga dirimu baiik - baik .. itu permintaan terakhir ku untukmu..*
kata andi sambil menggenggam erat tangan ana..
ana hanya menganggukan kpalanya dan sedikit meneteskan air mata..
andi pun meninggalkan ana begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun kpada ana yg saat itu sedang teriam..
tak terasa, air mata ana jatuh di pipi yg lembutnya itu..
*mungkin itu adalah ciuman terakhir yg km berikan kpada ku an, dan munkin hari ini adalah hari terakhir pertemuan kita,, semoga km bsa mendapatkan perempuan yg lebih baik dari aku..
aku selalu mencintaimu*
kata ana dalam hati sambil terus meneteskan air matanya ..
to be continued
tak ada satu kata yg terucap dari bibir manis mreka,,
hanya terdiam melihan langit - langit taman yang terlihat sangat mendung, seperti hati ana yg terasa gelap,,
ana tak tau apa yg dipikirkan oleh andi saat itu, sampai - sampai andi terdiam seperti itu,
'aku tak seperti apa yg km bayangin, aku sama sekali gak pernah selingkuh,
dia adalah tmn baek aku yg slalu stia mnemani ksendirianku.''
kata ana memulai pembicraan, dengan wajah yg sangat sedih, yg seakan - akan tidak berani menatap wajah andi yg saat itu berada di.dekat.'ana,,
andi pun hanya menjawa ''iya'' dengan wajah yg sangat tidak bersemangat..
mereka kembali terdiam dalam keheningan,
sejenak andi menghela nafas .. dan sejenak ana menunduk seakan - akan tidak berani menatap wajah andi,,
''apa tidak bisa dperbaiki lagi hubungan kita ini an ? apa kamu udah merasa benci dengan diriku ini ?
aku tdk tau harus berbuat apa - apa ..''
kata ana dengan penuh harapan agar andi mau bersamanya lagi..
andi terus terdiam tak mau menjawab pertanyaan ana..
tiba - tiba ana memegang tangan andi untuk memestikan apakah gelang yg di berikan kpda andi masih digunakan oleh andi..
dan ternyata gelang tersebut tdk dipakai olehnya..
ana pun sangat sedih seakan - akan ingin meneteskan air mata..
tak lama kemudian, andi memakaikan ana sebuah gelang yg berwarna putih yg telah diberikan oleh ibunya andi pada saat andi kecil dlu..
*ini gelang pemberian dari mama ku,, tlong dijaga dengan baik, jgn pernah kamu buka gelang ini dari tangan kamu, karna aku tak akan pernah memakaikanya lagi untukmu..* kata andi dengan tegas..
ana pun hanya terdiam sambil menganggukkan kepalanya seakan - akan tak bisa menjawab apa - apa..
ana dan andi kembali terdiam,,
beberapa saat kemudian, tiba - tiba andi mencium dahi ana penuh dengan rasa cinta..
wajah ana terlihat kaget pada saat itu,,
*ini adalah ciuman terakhir untukmu*
kata andi dengan wajah yg begitu layu..
ana terdiam seakan - akan ingin meneteskan air matanya,,
*aku minta satu hal dari kamu, jgn pernah kamu berbuat yg aneh - aneh,, jga dirimu baiik - baik .. itu permintaan terakhir ku untukmu..*
kata andi sambil menggenggam erat tangan ana..
ana hanya menganggukan kpalanya dan sedikit meneteskan air mata..
andi pun meninggalkan ana begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun kpada ana yg saat itu sedang teriam..
tak terasa, air mata ana jatuh di pipi yg lembutnya itu..
*mungkin itu adalah ciuman terakhir yg km berikan kpada ku an, dan munkin hari ini adalah hari terakhir pertemuan kita,, semoga km bsa mendapatkan perempuan yg lebih baik dari aku..
aku selalu mencintaimu*
kata ana dalam hati sambil terus meneteskan air matanya ..
to be continued




