Kamis, 31 Mei 2012

Ciuman Terakhir Untuk Ana

skian lama ana dan andi terdiam dalam keheningan..
tak ada satu kata yg terucap dari bibir manis mreka,,
hanya terdiam melihan langit - langit taman yang terlihat sangat mendung, seperti hati ana yg terasa gelap,,

ana tak tau apa yg dipikirkan oleh andi saat itu, sampai - sampai andi terdiam seperti itu,

'aku tak seperti apa yg km bayangin, aku sama sekali gak pernah selingkuh,
dia adalah tmn baek aku yg slalu stia mnemani ksendirianku.''
kata ana memulai pembicraan, dengan wajah yg sangat sedih, yg seakan - akan tidak berani menatap wajah andi yg saat itu berada di.dekat.'ana,,

andi pun hanya menjawa ''iya'' dengan wajah yg sangat tidak bersemangat..
mereka kembali terdiam dalam keheningan,
sejenak andi menghela nafas .. dan sejenak ana menunduk seakan - akan tidak berani menatap wajah andi,,

''apa tidak bisa dperbaiki lagi hubungan kita ini an ? apa kamu udah merasa benci dengan diriku ini ?
aku tdk tau harus berbuat apa - apa ..''
kata ana dengan penuh harapan agar andi mau bersamanya lagi..
andi terus terdiam tak mau menjawab pertanyaan ana..

tiba - tiba ana memegang tangan andi untuk memestikan apakah gelang yg di berikan kpda andi masih digunakan oleh andi..
dan ternyata gelang tersebut tdk dipakai olehnya..
ana pun sangat sedih seakan - akan ingin meneteskan air mata..

tak lama kemudian, andi memakaikan ana sebuah gelang yg berwarna putih yg telah diberikan oleh ibunya andi pada saat andi kecil dlu..

*ini gelang pemberian dari mama ku,, tlong dijaga dengan baik, jgn pernah kamu buka gelang ini dari tangan kamu, karna aku tak akan pernah memakaikanya lagi untukmu..* kata andi dengan tegas..

ana pun hanya terdiam sambil menganggukkan kepalanya seakan - akan tak bisa menjawab apa - apa..

ana dan andi kembali terdiam,,
beberapa saat kemudian, tiba - tiba andi mencium dahi ana penuh dengan rasa cinta..

wajah ana terlihat kaget pada saat itu,,
*ini adalah ciuman terakhir untukmu*
kata andi dengan wajah yg begitu layu..
ana terdiam seakan - akan ingin meneteskan air matanya,,

*aku minta satu hal dari kamu, jgn pernah kamu berbuat yg aneh - aneh,, jga dirimu baiik - baik .. itu permintaan terakhir ku untukmu..*
kata andi sambil menggenggam erat tangan ana..

ana hanya menganggukan kpalanya dan sedikit meneteskan air mata..

andi pun meninggalkan ana begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun kpada ana yg saat itu sedang teriam..

tak terasa, air mata ana jatuh di pipi yg lembutnya itu..

*mungkin itu adalah ciuman terakhir yg km berikan kpada ku an, dan munkin hari ini adalah hari terakhir pertemuan kita,, semoga km bsa mendapatkan perempuan yg lebih baik dari aku..
aku selalu mencintaimu*
kata ana dalam hati sambil terus meneteskan air matanya ..

to be continued

Selalu Dalam Hati

Dalam renungan malam
Kuteringat kekasih pujaan
Kau selalu di hatiku
Takkan pernah lepas dari anganku

Rasa rindu slalu menyiksa
Membuat diriku semakin tak berdaya
Bunga cintaku semakin bersemi
Dalam lubuk hati dan sanubari

Malam sunyi semakin mencekam
Tapi mata tak mampu terpejam
Hanya anganku yang semakin melayang
Mengharap mimpi engkau kan datang

Di dalam do'a aku meminta
Semoga cinta kita abadi selamanya
Walau kita jauh terpisah
Semoga cinta kita takkan pernah berubah

Berpijar Untuk Kesekian

Meski diriku tak indah
Tapi aku adalah pengagum keindahan
Dan sebuah permata
Adalah keindahan yang langka

Sahabat...
Kemuliaan hatimu ibarat intan permata
Yang selalu nampak indah berpijar
Dan tak kan pernah pudar serta lekang oleh waktu

Permata yang berpijar
Akan nampak selalu cahayanya
Meski berada diantarara lumpur hitam
Serta sampah yang berdebu

Sahabat...
Jagalah permatamu untuk selalu dapat berpijar
Agar ia dapat menerangi kegelapan
Dan bawalah keindahannya hanya untuk bidadarimu

Sabtu, 26 Mei 2012

11 juli 2008

Aku hanya ingin kau pinang..tapi terlanjur kau sematkan cincin dijarinya,terlanjur telah berzumpah d ataz kitab suci hdup berzamanya..dan namamu dan namanya terlanjur terpaut dlm akad nikag.,masih sulit kakiku melangkah pergi dari kenanganku..terlalu berat mengiklazkan semuanya
11 jul 2008 silam hr trberat dlm hdupku
Perpizahan yg aku akhri dgn mncium kdua kakimu sbg tanda bktiku kpdamu tp apa boleh buat
Teruzkanlah.,
Biarkan aku,tak usah kau pduli
Karena memang takdir hdup haruz berkta begini
Takdir menginginkan kau berzamany
Kau trcpta untknya dan bukn untkku
Dan aku hny bgian terkcil dari hdupmu

“Aku MencintaiMu” DariMu Tak bisa Lagi Mengembalikan Cintaku

Tawa dan Bahagia disaat itu, sampai hari
ini belum bisa aku lupakan. Bahkan dari
pertemuan pertama denganMu juga
sentuhanMu yang lembut sampai sekarang
masih terasa di kulitKu. Semua ucapan dan
juga perhatian yang dulu Kau berikan
padaKu, masih bisa Ku ingat dengan jelas.
Tapi… Ada yang berbeda, sejenak Aku
berpikir apakah itu yang membuat semua
ini terasa beda.

Dulu ketika Aku mengingat semua kenangan
denganMu, maka Aku akan tersenyum
kemudian aku akan merasa makin
mencintaiMu. Tapi sekarang, ketika Aku
mengingat semua itu maka Aku akan
menangis dan hati ini akan terasa begitu
sakit. Bahkan terasa lebih sakit
dibandingkan menghadapi sebuah
kematian.

Semua harapan dam impian yang Aku
letakkan dalam tanganMu seakan pupus
tanpa sisa. Aku seakan telah terbangun dari
mimpi yang Aku cintakan demi
menyenangkan hatiKu sendiri. Karena apa
yang Aku hadapi sekarang, tidak seindah
yang Aku impikan.
Aku bagai ingin menggenggam bulan di air.
Aku melihat bulan yang sangat terang di
permukaan air, tapi ternyata ketika ingin
mengambilnya disana tidak ada apa-apa.
Hanya bayangan indah tapi semua itu
hampa.

Inikah kehidupan yang sudah Aku pilih? Tak
ada kejelasan dan bahkan ternyata semua
tidak ada. Sejak pertama aku memilih hidup
denganMu, ternyata aku berjalan sendirian.
Tak pernah ada diriMu disisKu. Tak ada
diriMu yang menggenggam tanganKu. Tak
ada diriMu yang merangkulKu. Tak ada
dirimu yang menuntunKu.
Aku sendirian, tanpa ada bayangan diriMu.

Sebenarnya, untuk apa Aku bertahan
dengan semua ini?
Semua yang telah terjadi di antara Kita, dan
semua kesalahan Aku sudah memahaminya.
Aku mengerti semuanya. Tapi ketika Aku
akhirnya berhenti mencintaiMu, Aku mohon
Kaulah yang harus memahami dan
mengerti diriKu.
Karena disaat itu…
Sejuta kata “Aku MencintaiMu” dariMu
untuk diriKu, tak akan lagi mengembalikan
cintaKu padaMu.
Karena disaat itu…
Hatiku telah meninggalkanMu.
Karena disaat itu…
Aku tidak lagi merindukanMu.
Karena disaat itu…
Kisah kita telah berakhir.