Lanjutan cerita Ciuman terakhir untuk ana
Tatapan ana mendayu layu mngikuti gerak langkah andi yang perlahan meninggalkan ana, smakin jauh,dan menghilang .
Sesaat setelah andi meninggalkan dirinya, iapun perlahan meninggalkan tempat dimana kenangan pahit baru saja di nikmati ana, menelan getir kehidupan asmara !,
" Kenapa semua ini terjadi padaku ??" batinku yang mulai penuh dengan pertanyaan petanyaan tidak jelas, mengikuti langkah perlahan menuju tempat di mana aku memarkir mobil, perlahan mendesak otak untuk mencoba berfikir kesalahan apa yang aku perbuat, dia temanku, dia bukan siapa siapaq...
Tuhan tak pernah adil terhadapku, Dengan perasaan gelisah dan tidak tenang aku nyetir mobil sendirian, ya . . .
waktu itu aku membawa mobil sendiri, rencana kencan yang aku harap bahagia, beakhir dengan hilangnya sosok andi yang aku bangga banggakan, laki laki yang ku harapkan mampu menjadi tulang punggung untukku dan calon anakku kelak, pergi meninggalkanku beserta goresan goresan perih dalam hatiq,
q singsingkan lengan panjangku, menengok jam tangan yang aku pakai, 25 menit sudah !, aku menyetir mobil dengan fikiran yang kemana mana, 30 menit jarak dari taman menuju rumahku , tak begitu jauh k,
tepat di persimpangan jalan, 500km arah utara dekat rumahq, sebuah mobil sedan yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam badan tengah mobilku, tabrakan maut yang pernah terjadi dalam hidupku, hingga aku tak sadarkan diri, sempat terdengar lirih suara teriakan teriakan orang yang menyaksikanku , sirine ambulan, dan entah apa lagi yang terjadi, aku tak menyadarinya sedikitpun .
20 september 2010
hmmm.........., pagi yang cerah menyambutq, di iringi kicauan beberapa burung kenari kecil ku coba membuka mataku perlahan lahan, tersadar dari kehidupan mimpi, entah berapa hari aku tak sadarakan diri,
selamat pagi............., senyum beberapa orang menyambutku, kedua orang tuaku, dan sorang suster cantik tersenyum padaku,.
ku mencoba menyadari, apa yang telah terjadi sebenarnya padaku, menoleh ke kanan.....
dan mencoba melihat sekitarku, ach....., ruangan rumah sakit dengan bau khas obat obatan,
terbaring lemas tak berdaya tubuhku pada sebuah kasur empuk rumah sakit,
Kenapa ma....?? tanyaku pada mama yang berdiri tepat di sampingku,
kamu habis kecelakaan...., jawab lirih mamaku dengan wajah pucat tak bersemangat,
hmm...., masih terasa pusing dan sedikit kesemutan pada kedua lenganku,
aku mencoba menggerakkan tanganku, dan apa yang ku lihat begitu mengejutkan perasaan, baru aku sadari kalau kedua tanganku tinggal separo atau sebatas siku,
tanganku mana ma...??? tanya ana kepada mamanya.
seakan takut menjelaskan apa yang telah terjadi,
......nak...
kecelakaan kemaren....,.
mengharuskan untuk mengamputasi kedua tanganmu....
tangan kamu hancur sebagian....., tetesan air mata mamaku mengalir untuk menjelaskanya.!
dan perlahan......mama memelukku.
Aku pun tak sanggup menahan air mataku.......
menahan untuk menerima kenyataan yang terjadi dalam hidupku..
kedua tangangku hilang, ..
Tuhan memang tak pernah adil terhadapku...
Harus aku terima kenyataan pahit berturut turut,kini aku bukan lagi wanita cantik yang bisa melambaikan tangannya untuk menyapa kalian,
Hancur sudah karirku, cintaku, bahkan sebagian kehidupanku,
terbangun setelah memelukku,
mama mengusap air matanya, dan mengusap pula air mata yang menetes di pipiku
merogoh kantung sakunya, dan memberikan padaku, gelang pemberian andi yang terakhir aku pakai, dan terakhir di pakaikan andi pada pergelangan tangan kananku,.
tak dapat lagi aq menahan kesedihanku....., untuk apa lagi gelang yang tak bisa aku memakainya itu mam...bicaraku dengan sedikit nafas yang menyeesakan
to be continued
Tatapan ana mendayu layu mngikuti gerak langkah andi yang perlahan meninggalkan ana, smakin jauh,dan menghilang .
Sesaat setelah andi meninggalkan dirinya, iapun perlahan meninggalkan tempat dimana kenangan pahit baru saja di nikmati ana, menelan getir kehidupan asmara !,
" Kenapa semua ini terjadi padaku ??" batinku yang mulai penuh dengan pertanyaan petanyaan tidak jelas, mengikuti langkah perlahan menuju tempat di mana aku memarkir mobil, perlahan mendesak otak untuk mencoba berfikir kesalahan apa yang aku perbuat, dia temanku, dia bukan siapa siapaq...
Tuhan tak pernah adil terhadapku, Dengan perasaan gelisah dan tidak tenang aku nyetir mobil sendirian, ya . . .
waktu itu aku membawa mobil sendiri, rencana kencan yang aku harap bahagia, beakhir dengan hilangnya sosok andi yang aku bangga banggakan, laki laki yang ku harapkan mampu menjadi tulang punggung untukku dan calon anakku kelak, pergi meninggalkanku beserta goresan goresan perih dalam hatiq,
q singsingkan lengan panjangku, menengok jam tangan yang aku pakai, 25 menit sudah !, aku menyetir mobil dengan fikiran yang kemana mana, 30 menit jarak dari taman menuju rumahku , tak begitu jauh k,
tepat di persimpangan jalan, 500km arah utara dekat rumahq, sebuah mobil sedan yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam badan tengah mobilku, tabrakan maut yang pernah terjadi dalam hidupku, hingga aku tak sadarkan diri, sempat terdengar lirih suara teriakan teriakan orang yang menyaksikanku , sirine ambulan, dan entah apa lagi yang terjadi, aku tak menyadarinya sedikitpun .
20 september 2010
hmmm.........., pagi yang cerah menyambutq, di iringi kicauan beberapa burung kenari kecil ku coba membuka mataku perlahan lahan, tersadar dari kehidupan mimpi, entah berapa hari aku tak sadarakan diri,
selamat pagi............., senyum beberapa orang menyambutku, kedua orang tuaku, dan sorang suster cantik tersenyum padaku,.
ku mencoba menyadari, apa yang telah terjadi sebenarnya padaku, menoleh ke kanan.....
dan mencoba melihat sekitarku, ach....., ruangan rumah sakit dengan bau khas obat obatan,
terbaring lemas tak berdaya tubuhku pada sebuah kasur empuk rumah sakit,
Kenapa ma....?? tanyaku pada mama yang berdiri tepat di sampingku,
kamu habis kecelakaan...., jawab lirih mamaku dengan wajah pucat tak bersemangat,
hmm...., masih terasa pusing dan sedikit kesemutan pada kedua lenganku,
aku mencoba menggerakkan tanganku, dan apa yang ku lihat begitu mengejutkan perasaan, baru aku sadari kalau kedua tanganku tinggal separo atau sebatas siku,
tanganku mana ma...??? tanya ana kepada mamanya.
seakan takut menjelaskan apa yang telah terjadi,
......nak...
kecelakaan kemaren....,.
mengharuskan untuk mengamputasi kedua tanganmu....
tangan kamu hancur sebagian....., tetesan air mata mamaku mengalir untuk menjelaskanya.!
dan perlahan......mama memelukku.
Aku pun tak sanggup menahan air mataku.......
menahan untuk menerima kenyataan yang terjadi dalam hidupku..
kedua tangangku hilang, ..
Tuhan memang tak pernah adil terhadapku...
Harus aku terima kenyataan pahit berturut turut,kini aku bukan lagi wanita cantik yang bisa melambaikan tangannya untuk menyapa kalian,
Hancur sudah karirku, cintaku, bahkan sebagian kehidupanku,
terbangun setelah memelukku,
mama mengusap air matanya, dan mengusap pula air mata yang menetes di pipiku
merogoh kantung sakunya, dan memberikan padaku, gelang pemberian andi yang terakhir aku pakai, dan terakhir di pakaikan andi pada pergelangan tangan kananku,.
tak dapat lagi aq menahan kesedihanku....., untuk apa lagi gelang yang tak bisa aku memakainya itu mam...bicaraku dengan sedikit nafas yang menyeesakan
to be continued

Tidak ada komentar:
Posting Komentar